Monday, December 26, 2005

(last chapter)

souvenir from meulaboh 3 :

tak mau kalah dengan tv swasta yang sibuk kejar mengejar rating dengan jualan tsunami,
saya pun mencari cari album kenangan sewaktu piknik di meulaboh, setahun kemarin....
masih sangat banyak memory yang bertahan di foto tsb.
cerita tentang sekelompok pelancong
yang sangat ingin mendapat gelar volunteer

....
volunteer di aceh itu memang rada2 unik!
unik, norak dan kampungan
..mulai dari volunteer amrik yang turun dari kapal perusak dengan persenjataan lengkap
...hehe.. serasa vietkong pas berpapasan dengan mereka.
belum lagi volunteer indonesia, yang tidak beda dengan supporter bola
..masing2 bangga dengan seragam sponsornya
dan saling teriak sapa ketika berhadapan
...eit's... volunteer neh!
dan anehnya kebiasaan itu tidak berhenti
even sudah berada di kampungnya masing2
..hehehe... (tertawa depan cermin)
....
tapi ada juga tuh sisi mellownya,
saya jadi ingat teman disana, kalo ndak salah namanya bahar.
dia bercerita tentang seluruh penderitaannya
mulai dari saudaranya yang mati saling berperang
sampai kehilangan orang tua dan adiknya yang ditelan tsunami.
dengan mata memerah dia mengutuk nasibnya
..saya hanya duduk diam menunduk.. terisak...
ingin rasanya untuk menyuruhnya diam dari ceritanya..
saya takut untuk menatap wajahnya lebih lama..
saya terus diam dan diam..
sampai saya memutuskan untuk memeluknya..
dan kamipun menangis bersama sama sepuasnya,
kepadanya saya berbisik :
Allah mencintai semua makhlukNya,
semakin besar kecintaanNya, semakin besar pula cobaan yang akan diberikan.
bukankah semua nabi dan rasul diuji dengan cobaan yang amat berat...
semoga adik dan keluarga bersama dalam barisan nabi dan rasul
.....
aceh..
nama folder disalah satu partisi dalam otakku
didalamnya banyak cerita tolol..
didalamnya banyak cerita heroik..
didalamnya banyak cerita lucu..
didalamnya banyak cerita tentang kebuasan tuhan,
didalamnya banyak cerita tentang tuhan yang maha sayang dan maha kasih
....
mengutip renungan WS Rendra :
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"


******
souvenir from meulaboh 1 :

"kekerasan demi kekerasan menimpa kami,
sekarang tsunami menghancurkan kami,
ampun...ampun...ampun..."
tertulis miring disebuah pagar batu yang juga miring
di salah satu sudut kota meulaboh.
saya membacanya sampai tiga kali..
pertama untuk menyimpannya di memory
...kemudian saya baca lagi, dan air mata menetes... sedikit!
kali ketiga saya baca.. ah!
..saya tersenyum sambil membacanya
..........
oh tuhanku....
hantarkan hamba dalam lautan ilmumu yang sering tak kupahami
...oh tuhanku,
jauhkan hamba bersujud padamu hanya karna karunia rezeki yang kau limpahkan...

kamis 20 jan '05, 11 siang
meulaboh


*****
souvenir from meulaboh 2 :

seperti biasa, habis dinner langsung lanjut briefing
dan sopasti yang dibahas adalah evaluasi kerja siang hari tadi
dan agenda kerja besok.
seperti biasa pula, preambule selalu dimulai oleh komandan
dengan puji2an kepadaNya dan sedikit sharing evaluasi kerja versinya.
setelah itu masing2 teman berebut mendapat jatah pertama
kemukakan pendapatnya ...ya...tentunya pertama lebih menyenangkan
dari ke2..ke3 dst..yang kebanyakan dimulai dengan kata2
....saya sependapat.... apa yang dikatakan....dan semua awalan kata2
yang sopasti sangat mudah ditebak.
sesudah si1...si2...si3...si4 ngomong
...kini giliran si5 yang berbicara,
saya sudah mereka-reka apa yang akan dikatakan si5
yangkemarin adalah si6 dan kemarin dulu juga si5...
..kurang lebih beliau ngomong begini :
"kita harus lebih waspada dengan bantuan2 dari LSM X, Y, Z dan LSM luar negeri,
tadi saya lihat ada siX (pemuka agama dengan seragam khasnya)
bersentuhan langsung dengan pengungsi...
membagikan-bagikan baju yang mungkin saja ada simbol agamanya
atau setelah itu mereka berdakwah agamanya....
ini yang harus kita waspadai!.
ada "........sasi" di kamp2 pengungsi dengan kedok bantuan kemanusiaan"
......
weleh...weleh! panas juga neh mendengarnya.....
dan sekali lagi saya cuman bisa menggerutu..
menggerutu dengan salah satu teman saya yang juga relawan non kader alias penumpang umum
............
oh tuhanku
....ijinkan hamba bertanya padamu :
apakah kau memang mewajibkan sembahyang hanya di satu tempat?
apakah kau memang mendahulukan fiqh diatas akhlak?
kalau memang benar......
mengapa tidak kau habiskan saja mereka sendiri?
biar semua menjadi jelas!

rabu, 19 jan '05
meulaboh-kuta padang
Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?